Trip

Festival Imlek 2577 Jakarta, Ada USG Gratis hingga Atraksi Barongsai Massal

Jakarta (KABARIN) -

Perayaan Imlek tahun ini terasa berbeda. Bukan hanya lampion merah yang menghiasi langit sore Jakarta, tetapi juga semangat berbagi yang terasa nyata sejak langkah pertama memasuki Lapangan Banteng.

Dalam pembukaan Imlek Festival 2577–Harmoni Imlek Nusantara, Ketua Umum Festival sekaligus Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar pesta budaya. Ada sentuhan kepedulian yang dihadirkan lewat program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk masyarakat.

“Sebelum belanja, ada cek kesehatan gratis,” ujarnya. Bukan layanan simbolis, tapi benar-benar lengkap—mulai dari cek darah hingga USG payudara dan serviks bagi yang membawa KTP.

Festival Rasa Sehat dan Peduli

Di tengah gemerlap perayaan, hadir pula stan Palang Merah Indonesia yang membuka layanan donor darah hingga pukul 18.00 WIB. Sebuah pengingat bahwa berbagi tak selalu dalam bentuk materi, tetapi juga lewat setetes darah yang bisa menyelamatkan sesama.

Bagi Irene, kehadiran layanan kesehatan ini adalah wujud nyata pemberdayaan—bahwa festival bisa menjadi ruang hiburan sekaligus ruang kepedulian.

Harmoni di Jantung Ibu Kota

Pemilihan Lapangan Banteng bukan tanpa makna. Ruang publik yang berada di antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral ini menjadi simbol toleransi dan kebersamaan. Di sinilah semangat “Bhinneka Tunggal Ika” terasa hidup—di tengah pertunjukan budaya, kuliner, dan interaksi lintas komunitas.

Tahun ini, Imlek juga bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Momentum ini diharapkan menjadi ruang refleksi antar umat beragama—bahwa perbedaan bisa berjalan berdampingan dalam harmoni.

Dari Lentera hingga Barongsai Massal

Festival yang berlangsung 17 Februari hingga 3 Maret 2026 ini menghadirkan beragam agenda:

Puncak perayaan pada 28 Februari 2026 akan diramaikan atraksi barongsai dan liong massal, pertunjukan musik dan tari tradisional, hingga penampilan seniman nasional.

Imlek Festival 2577 bukan sekadar selebrasi pergantian tahun dalam kalender Tionghoa. Ia menjadi ruang temu—antara budaya, kesehatan, dan semangat persatuan. Sebuah perayaan yang tak hanya indah dipandang, tetapi juga hangat dirasakan.

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026
TAG: